Pengantar Studi Kelayakan Bisnis

Pengantar

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci bagaimana menyusun suatu laporan Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Sebelum membahas lebih lanjut, beberapa pertanyaan yang perlu dijawab adalah:

  • Apa yang dimaksud dengan SKB?
  • Mengapa SKB penting?
  • Siapa yang memerlukan SKB?
  • Bagaimana melakukan SKB?

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas, pembaca akan diajak untuk melakukan penyusunan Laporan SKB sesuai dengan bidang usaha yang diinginkan.

Apa yang dimaksud dengan SKB?

Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis – yang biasanya merupakan proyek investasi – dilaksanakan. Maksud layak  (atau tidak layak) disini adalah prakiraan bahwa proyek akan dapat  (atau tidak dapat) menghasilkan keuntungan  yang layak bila telah dioperasionalkan.

Proyek bisnis merupakan suatu usaha yang direncanakan sebelumnya dan dan memerlukan sejumlah pembiayaan serta penggunaan masukan-masukan lain, yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu, dan dilaksanakan dalam waktu yang tertentu pula. Karena itu, suatu proyek bisnis memperhatikan segala aspek yang relevan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Proyek bisnis ini dapat berupa suatu pendirian usaha baru atau pengembangan dari usaha yang telah ada.

Mengapa SKB penting?

SKB penting untuk dilaksanakan baik pada usaha yang baru akan dijalankan maupun kepada perluasan/pengembangan dari usaha yang telah ada. Hal ini dikarenakan dalam melakukan suatu proyek bisnis digunakan masukan-masukan berupa sumberdaya maupun sumber dana. Sumberdaya dan sumber dana yang digunakan ini jumlahnya terbatas. Agar tidak terjadi pemborosan terhadap penggunaan sumberdaya dan sumber dana yang terbatas tersebut maka perlu dilakukan penelitian apakah proyek bisnis yang akan dilaksanakan akan menguntungkan atau tidak. Jika tidak menguntungkan sebaiknya proyek bisnis tersebut tidak dilaksanakan. Tetapi jika menguntungkan maka dapat diteruskan/dilanjutkan ke operasional proyek bisnis.

Siapa yang memerlukan SKB?

Laporan SKB yang telah dinyatakan layak untuk direalisasikan, dibutuhkan oleh banyak pihak yang memerlukannya sebagai bahan masukan utama dalam rangka pengkajian ulang, untuk turut serta menyetujui atau sebaliknya menolak kelayakan laporan tadi sesuai dengan kepentingannya. Dapat saja terjadi suatu proyek bisnis yang telah dinyatakan layak untuk  dilaksanakan pada akhirnya tidak dapat dilaksanakan. Misalnya, pengambil keputusan akhir menolak, bukan saja karena laporan tadi merupakan hasil rekayasa atau tidak objektif, tetapi dapat saja karena adanya intervensi pihak lain yang merasa kepentingannya tidak dipenuhi.

Terlepas dari kenyataan di atas, pihak-pihak yang membutuhkan laporan SKB dapat dijelaskan sbb:

  1. 1. Pihak Investor

Jika hasil SKB yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan, pendanaannya dapat mulai dicari, misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan. Sudah tentu calon investor ini akan mempelajari laporan SKB yang telah dbuat karena calon investor mempunyai kepentingan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang akan ditanamkannya.

  1. Pihak Kreditor

Pendanaan proyek dapat juga diperoleh dari bank. Pihak bank perlu mengkaji ulang SKB yang telah dibuat terebut termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimiliki perusahaan sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak.

  1. 3. Pihak Manajemen Perusahaan

Pembuatan suatu SKB dapat dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan selain dibuat sendiri oleh pihak internal perusahaan. Terlepas dari siapa yang membuat, jelas bagi manajemen bahwa pembuatan proposal ini merupakan suatu upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek  yang ujung-ujungnya bermuara pada peningkatan usaha  dalam rangka meningkatkan laba perusahaan.  Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu ia perlu mempelajari studi kelayakan ini , misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana dari investor dan dari kreditor.

  1. 4. Pihak Pemerintah dan Masyarakat

SKB yang disusun perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun pemerintah secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa negara, penggalakan ekspor non migas dan pemakaian tenaga kerja massal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sektor ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah inilah yang diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsidi ataupun keringan pajak.

Bagaimana Melakukan SKB?

Dalam melakukan SKB terdapat beberapa tahap yang dikerjakan. Tahap-tahap yang disajikan di bawah ini bersifat umum, dan dapat disesuaikan dengan proyek bisnis yang akan dilaksanakan.

  1. 1. Tahap Penemuan Ide Proyek

Produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan. Karena itu, penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk dari proyek harus dilakukan. Penelitian jenis produk dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria bahwa suatu produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang masih belum dipenuhi, memenuhi kebutuhan manusia tetapi produk tersebut belum ada, dan untuk mengganti produk yang sudah ada dengan produk lain yang mempunyai nilai lebih. Sedangkan mengenai kebutuhan pasar, hasil penelitian yang diharapkan adalah bahwa produk yang akan dihasilkan dapat dijual di pasar yang cukup sehat (permintaan terhadap produk ini cukup baik dalam jangka panjang).

Selanjutnya untuk menghasilkan ide proyek tadi perlu melakukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumberdaya yang memadai.

Ide proyek yang dipilih oleh pengambil keputusan biasanya tergantung pada tiga faktor yaitu:

–          Pertama, bahwa ide proyek cocok dengan kata hati-nya;

–          Kedua, mampu melibatkan diri dalam hal-hal teknis;

–          Ketiga, keyakinan akan kemampuan proyek untuk menghasilkan laba.

Pada tahap ini ide proyek dapat saja lebihdari satu buah, akan tetapi pada gilirannya akan dipilih sesuai dengan prioritasnya.

  1. 2. Tahap Penelitian

Setelah ide-ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah. Proses ini dimulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data dengan memasukkan teori-teori yang relevan, menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan dengan alat-alat analisis yang sesuai, menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil penelitiannya.

  1. 3. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak

Jika terdapat lebih dari satu usulan proyek bisnis yang layak, tetapi terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua usulan proyek maka perlu dilakukan pemilihan proyek yang dianggap paling penting untuk direalisasikan. Sudah tentu usulan proyek yang diprioritaskan mempunyai skro tertinggi jika dibandingkan dengan usulan proyek yang lain berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan.

  1. 4. Tahap Rencana Pelaksanaan Proyek Bisnis

Setelah dipilih usulan proyek yang akan direalisasikan, perlu dibuat suatu rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri. Mulai dari menentukan jenis pekerjaan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan sumberdaya lain, kesiapan manajemen, dan lain-lain.

  1. 5. Tahap Pelaksanaan Proyek Bisnis

Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai disiapkan, tahap pelaksanaan proyek pun dimulai. Semua tenaga pelaksana proyek, mulai dari pemimpin proyek sampai pada tingkat yang paling bawah, harus bekerja sama dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Memang pada kenyataannya sulit ditemukan bawah rencana yang dibuat sama persis dengan realisasinya.

Latihan

Temukan ide usaha yang akan menjadi proyek bisnis anda. Pastikan bahwa ide usaha tersebut berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Cari data dan informasi yang dapat mendukung bahwa ide usaha tersebut mempunyai peluang pasar yang menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: